Tag Archives: batik indonesia yang mendunia

Mbah Sukini, Semangat Kemandirian Seorang Pembatik

“Membatik adalah pekerjaan yang jarang dihargai sebagai pekerjaan seni, dikatakan seni karena membutuhkan perasaan, keterampilan dan keahlian,  tidak asal – asalan, memerlukan ketekunan untuk menyelesaikan seluruh bagian lembaran dan menunutut kejelian mata untuk menyusun dan merapihkan detail setiap pola dan bentuknya. Lalu… menjadi biasa kalau ini dilakukan oleh orang yang masih muda, tapi bagaimana kalau […]

Mbah Kasmijah, Semangat Pengabdian Seorang Pembatik

Kasmijah, biasa disapambah Jah (nenek Jah), seorang perempuan lanjut usia yang telah menekuni profesi sebagai pembatik berpuluh-puluh tahun. Sejak usia 12 tahun, mbah Jah sudah mulai membatik dengan upah 2-5 sen. Usia 20 tahun dia menikah dan melahirkan anak pada saat Indonesia dijajah oleh Jepang. Saat wawancara ini  dilakukan pada tahun 2007 mbah Jah berusia […]

Motif Batik Empat Negeri Klasik Pekalongan

Batik Empat Negeri di Lasem atau disebut sebagai Batik Tiga Negeri Ungon di daerah Pekalongan-Batang adalah batik yang memiliki ciri-ciri khas antara lain : menggunakan kombinasi 4 warna yaitu merah, biru (atau biru dan hijau), coklat sogan dan ungu proses batik dilakukan sebanyak 4 tahap buka tutup pemalaman (4 kalilorotan/perebusan kain batik untuk melepas malam […]

Kombinasi batik tulis dan lukispada Batik Lasem

Tahukah Anda bahwa batik tulis dan lukis bisa dikombinasikan? Penulis dan para pembatik KUB Srikandi Jeruk di Rembang pernah bereksperimen mendesain kombinasi batik tersebut. Hasilnya dapat dilihat dari foto dan keterangan berikut : Motif : Damai Semesta Alam Material: kain katun primisima Teknik : batik tulis + batik lukis Pewarna: zat pewarna alam 100% Konsep […]

PEMBATIK BELAJAR MEMBUAT TANDA TANGAN

Jika sebuah lukisan biasa ditandatangani oleh sang pelukis sebagai karya otentik dirinya, mengapa pada selembar kain batik hampir tidak pernah dijumpai tanda tangan sang pembatik? Tanda tangan pada kain batik selama ini umumnya merupakan tanda tangan milik pengusaha batik (industri batik atau pedagang batik) yang berfungsi sebagai ‘merek dagang batik’. Bukan tanda tangan para seniman […]

BATIK INDONESIA RAMAH LINGKUNGAN

Gaya hidup ramah lingkungan (go-green) sudah semakin menjadi trend dunia. Batik Indonesia pun perlu mengadopsi proses kreasi, produksi dan bisnis yang ramah lingkungan. Secara tradisi, Batik Indonesia menggunakan proses pembuatan yang ramah lingkungan yaitu memakai pewarna alami dari bagian tanaman (akar, daun, kulit kayu, kayu, bunga dan buah), lumpur dan batuan mineral. Penggunaan pewarna sintetis […]

BANGGA BATIK INDONESIA SEBAGAI WARISAN BUDAYA DUNIA

Batik merupakan salah satu tradisi budaya bangsa Indonesia yang sangat membanggakan. Batik Indonesia sangat dikenal di berbagai negara karena unik/ khas, halus, detail serta memiliki sejarah perkembangan yang sangat panjang. Batik adalah teknik untuk membuat ragam hias (motif dan warna) pada kain dengan menggunakan  alat canting dan atau alat cap guna menorehkan cairan malam panas […]

William Kwan, Kisah Membangkitkan Batik Lasem

Dari keprihatinan akan berbagai kerusuhan bernuansa primordialisme di Nusantara pada akhir dekade 1990-an, William Kwan mendirikan organisasi nirlaba untuk mengembangkan wacana pluralisme di tengah masyarakat. Sama sekali tak diduga, langkah itu menjadi awal kebangkitan batik lasem. Kerusuhan Mei 1998, kerusuhan di Ambon, perselisihan antarsuku di Kalimantan, dan beberapa konflik karena primordialisme lainnya mendorong William mendirikan […]

Makna Kain Tenun Perempuan Ammatoa Kajang

Bulukumba – Aktivitas menenun dapat ditemui di beberapa wilayah di Indonesia. Salah satunya di wilayah adat Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Menenun adalah keterampilan yang wajib dimiliki perempuan suku Ammatoa Kajang. Keterampilan menenun kain menjadi syarat utama bagi perempuan Ammatoa Kajang agar bisa menikah. “Perempuan adat di sini wajib menenun karena sudah jadi adat yang kami […]

Seorang Guru Belajar Produksi Pupuk Kandang untuk Bantu Petani di Desa Dermolo

Suharyanto adalah seorang guru yang berdedikasi memajukan masyarakat di desa tempat tinggalnya yaitu Desa Dermolo, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Ia prihatin atas adanya masalah potensial di bidang kesehatan masyarakat yang ditimbulkan oleh banyaknya kotoran ternak kambing di Desa Dermolo. Di sisi lain ia juga menyadari tentang sering terjadinya kelangkaan pupuk sehingga menyulitkan […]

Open chat